Jumat, 21 Agustus 2015
Jangan sia-siakan waktumu untuk gedget
(Sebelum anda membaca artikel ini, saya meminta maaf yang sebesar-sebesarnya apabila nanti setelah membacanya ada hal yang tak menyenangkan hati)
Dulu pepatah mengatakan "waktu adalah uang", tapi zaman sudah berubah. Bisa jadi pepatah sekarang mengatakan "waktu adalah gadget", inilah yang membuat saya merasa prihatin karena saya sendiri pernah ditegur oleh seseorang karena sibuk sendiri dengan urusan gadget.
Suatu sore di kota Samarinda saya sedang menambal ban, karena bosan menunggu antrian saya menyempatkan diri bermain game di HP saya. Melihat saya asik bermain game, kemudian pria yang menambal ban itu menegur saya "anak zaman sekarang memang begini ya ? bukan berinteraksi dengan orang disebelah malah asik sama hpnya". Mendengar perkataan orang itu saya langsung mematikan HP saya dan membalas perkataannya sambil tertawa "heheh iya mas maklumin aja".
Setelah mendapat teguran dari orang itu sayapun diam dan memikirkan teguran tadi. Apa yang dikatakan tukang tambal ban itu memang benar. Seharusnya saya berinteraksi dengan orang disebelah saya, bukannya sibuk sendiri dengan HP saya.
Pernahkan anda coba hitung berapa jam dalam sehari anda bermain dengan gadget anda ? bisa saja 10 jam lebih. Bisa saja waktu yang berharga itu kita gunakan dengan hal-hal lain. Contohnya ngobrol dengan keluarga, sahabat, atau pacar. Semakin lama kita semakin di"perbudak" oleh gadget, contohnya saja kemana-mana harus update status, upload foto, check in, dll. Memang apa peduli orang lain tetang status atau foto kita ? yang ada hanyalah menambah rasa iri atau rasa ingin bersaing terhadap orang lain.
Buktinya, kalau dulu sesama orang saling membantu saling memberi saran. Kalau sekarang sesama orang saling perang komentar, perang pendapat. Hal itu banyak kita temui di beberapa jejaring sosial. Memang kehidupan kita tidak akan lepas dari kemajuan teknologi, tapi jangan sampai kemajuan teknologi menghilangkan budaya kita, budaya Bangsa Indonesia. Bangsa yang dikenal dengan keramah-tamahan masyarakatnya.
Saran saya gunakanlah teknologi yang semakin maju ini dengan sebaik-baiknya bukan dengan sebanyak-banyaknya. Karena yang banyak belum tentu baik. Jangan sampai kehidupan kita yang singkat ini terlalu bergantung dengan gadget, masih banyak sekali hal lain yang kita lakukan tanpa gadget seperti berinteraksi dengan keluarga, berwisata dengan sahabat, atau mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan.
"Mohon maaf apabila ada kalimat yang tak menyenangkan saat membacanya"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar